Berita Kota Tasik, Asajabar.com – Tagihan listrik untuk Penerangan Jalan Umum (PJU) di Kota Tasikmalaya mencapai angka yang signifikan. Pemerintah Kota Tasikmalaya harus membayar sekitar Rp2,55 miliar per bulan kepada PT PLN (Persero) untuk kebutuhan listrik PJU.
Jika diakumulasikan selama satu tahun, total anggaran yang digelontorkan mencapai Rp30,6 miliar.
Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Tasikmalaya, A. Jamaludin, membenarkan besaran tagihan tersebut. Ia menyebutkan, jumlah titik PJU yang tersebar di seluruh wilayah Kota Tasikmalaya saat ini mencapai sekitar 12.000 unit.
“Betul, pembayaran tagihan listrik PJU per bulan kurang lebih Rp2,55 miliar untuk seluruh wilayah Kota Tasikmalaya,” ujarnya.
Bertahap Beralih ke LED dan Meterisasi
Jamaludin menjelaskan, saat ini belum seluruh lampu PJU menggunakan teknologi Light Emitting Diode (LED). Sebagian masih menggunakan lampu konvensional. Komposisinya sekitar 70 persen masih konvensional dan 30 persen sudah LED.
Namun demikian, pihaknya tengah menjalankan program meterisasi untuk setiap pemasangan baru. Program ini bertujuan agar setiap titik PJU memiliki meteran listrik tersendiri sehingga konsumsi daya lebih terukur.
“Pemasangan baru sekarang sudah menggunakan sistem meterisasi. Tahun 2025 masih ada yang belum, tetapi pada 2026 ditargetkan seluruhnya sudah menggunakan meterisasi. Jika ada pengadaan baru, pasti langsung meterisasi,” jelasnya.
Penggantian lampu konvensional ke LED dilakukan secara bertahap menyesuaikan kemampuan anggaran, terutama melalui belanja pemeliharaan dan perbaikan. Lampu yang mati menjadi prioritas untuk diganti, sementara yang masih berfungsi akan menunggu giliran.
Potensi Penghematan Hingga 75 Persen
Menurut Jamaludin, penggunaan lampu LED dan sistem meterisasi berpotensi menekan biaya listrik secara signifikan. Jika seluruh PJU beralih ke LED, penghematan bisa mencapai 70 hingga 75 persen.
“Kalau total anggaran sekitar Rp30 miliar per tahun, potensi penghematan bisa sampai Rp10 miliar,” katanya.
Ia mencontohkan, lampu konvensional berkekuatan 200 watt dapat digantikan LED yang hanya membutuhkan sekitar 100 watt atau bahkan lebih rendah, sehingga konsumsi listrik lebih efisien.
Untuk biaya per unit, lampu LED rata-rata memerlukan biaya sekitar Rp60 ribu per bulan per titik. Sementara lampu konvensional biayanya bisa lebih tinggi, terutama jika daya yang digunakan mencapai 200 hingga 400 watt.
PJU Tenaga Surya
Selain lampu berbasis listrik PLN, Kota Tasikmalaya juga memiliki PJU tenaga surya. Jamaludin menyebutkan, total PJU tenaga surya yang terdata mencapai sekitar 685 unit. Sebagian merupakan pengadaan tahun sebelumnya dan sebagian lagi bantuan dari pemerintah provinsi, termasuk yang terpasang di kawasan Cibeureum Lanud pada 2024.
Pemanfaatan tenaga surya tersebut diharapkan dapat membantu menekan beban biaya listrik sekaligus mendukung penggunaan energi terbarukan di Kota Tasikmalaya.













