Tagihan Listrik PJU Kota Tasikmalaya Capai Rp30,6 Miliar per Tahun

- Redaktur

Jumat, 27 Februari 2026 - 08:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Tasikmalaya, A. Jamaludin.

Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Tasikmalaya, A. Jamaludin.

Berita Kota Tasik, Asajabar.com – Tagihan listrik untuk Penerangan Jalan Umum (PJU) di Kota Tasikmalaya mencapai angka yang signifikan. Pemerintah Kota Tasikmalaya harus membayar sekitar Rp2,55 miliar per bulan kepada PT PLN (Persero) untuk kebutuhan listrik PJU.

Jika diakumulasikan selama satu tahun, total anggaran yang digelontorkan mencapai Rp30,6 miliar.

Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Tasikmalaya, A. Jamaludin, membenarkan besaran tagihan tersebut. Ia menyebutkan, jumlah titik PJU yang tersebar di seluruh wilayah Kota Tasikmalaya saat ini mencapai sekitar 12.000 unit.

“Betul, pembayaran tagihan listrik PJU per bulan kurang lebih Rp2,55 miliar untuk seluruh wilayah Kota Tasikmalaya,” ujarnya.

Bertahap Beralih ke LED dan Meterisasi

Jamaludin menjelaskan, saat ini belum seluruh lampu PJU menggunakan teknologi Light Emitting Diode (LED). Sebagian masih menggunakan lampu konvensional. Komposisinya sekitar 70 persen masih konvensional dan 30 persen sudah LED.

Baca Juga :  MUI Ciamis Dukung Surat Edaran Bupati tentang Amaliyah Ramadan 1447 H

Namun demikian, pihaknya tengah menjalankan program meterisasi untuk setiap pemasangan baru. Program ini bertujuan agar setiap titik PJU memiliki meteran listrik tersendiri sehingga konsumsi daya lebih terukur.

“Pemasangan baru sekarang sudah menggunakan sistem meterisasi. Tahun 2025 masih ada yang belum, tetapi pada 2026 ditargetkan seluruhnya sudah menggunakan meterisasi. Jika ada pengadaan baru, pasti langsung meterisasi,” jelasnya.

Penggantian lampu konvensional ke LED dilakukan secara bertahap menyesuaikan kemampuan anggaran, terutama melalui belanja pemeliharaan dan perbaikan. Lampu yang mati menjadi prioritas untuk diganti, sementara yang masih berfungsi akan menunggu giliran.

Potensi Penghematan Hingga 75 Persen

Menurut Jamaludin, penggunaan lampu LED dan sistem meterisasi berpotensi menekan biaya listrik secara signifikan. Jika seluruh PJU beralih ke LED, penghematan bisa mencapai 70 hingga 75 persen.

“Kalau total anggaran sekitar Rp30 miliar per tahun, potensi penghematan bisa sampai Rp10 miliar,” katanya.

Baca Juga :  Bapenda Ciamis Pantau Omzet Restoran dan Kafe Selama Ramadan

Ia mencontohkan, lampu konvensional berkekuatan 200 watt dapat digantikan LED yang hanya membutuhkan sekitar 100 watt atau bahkan lebih rendah, sehingga konsumsi listrik lebih efisien.

Untuk biaya per unit, lampu LED rata-rata memerlukan biaya sekitar Rp60 ribu per bulan per titik. Sementara lampu konvensional biayanya bisa lebih tinggi, terutama jika daya yang digunakan mencapai 200 hingga 400 watt.

PJU Tenaga Surya

Selain lampu berbasis listrik PLN, Kota Tasikmalaya juga memiliki PJU tenaga surya. Jamaludin menyebutkan, total PJU tenaga surya yang terdata mencapai sekitar 685 unit. Sebagian merupakan pengadaan tahun sebelumnya dan sebagian lagi bantuan dari pemerintah provinsi, termasuk yang terpasang di kawasan Cibeureum Lanud pada 2024.

Pemanfaatan tenaga surya tersebut diharapkan dapat membantu menekan beban biaya listrik sekaligus mendukung penggunaan energi terbarukan di Kota Tasikmalaya.

Berita Terkait

Festival Ramadan, LASQI-NJ Ciamis Bangkitkan Gairah Seni Religi
Bapenda Ciamis Pantau Omzet Restoran dan Kafe Selama Ramadan
Rakor BHRD Ciamis Evaluasi Program dan Siapkan Kepengurusan Baru
MUI Ciamis Dukung Surat Edaran Bupati tentang Amaliyah Ramadan 1447 H
RSUD Kawali Perluas Layanan, Rawat Inap Jiwa Jadi Unggulan
TKA MI 2026 Digelar April Mendatang, Kemenag Ciamis Tekankan Validitas Data Peserta
Muhammadiyah Isyaratkan 18 Februari 2026 sebagai Awal Ramadan
Ratusan Guru Madrasah di Ciamis Naik Pangkat, Kemenag Tekankan Profesionalisme

Berita Terkait

Kamis, 26 Februari 2026 - 17:51 WIB

Webinar Nasional MAPPI Soroti Dinamika Hukum Profesi Penilai, Pemerintah Perkuat Tata Kelola

Kamis, 26 Februari 2026 - 17:44 WIB

Transformasi Digital ATR/BPN Tingkatkan Rasa Aman, Sertipikat Elektronik Semakin Diminati

Kamis, 26 Februari 2026 - 17:35 WIB

PELATARAN Ramadan Berjalan Normal, Pemohon di Kantah Kabupaten Bogor I Tetap Terlayani

Kamis, 26 Februari 2026 - 17:29 WIB

Ramadan Tak Surutkan Antusiasme, Kantah Jakarta Barat Layani Urus Sertipikat di Akhir Pekan

Kamis, 26 Februari 2026 - 17:17 WIB

ATR/BPN Buka Jalan Yayasan Islam Miliki SHM, Cegah Konflik Aset Pendidikan

Kamis, 26 Februari 2026 - 17:10 WIB

Baru 36 Persen Tersertipikat, ATR/BPN Dorong Percepatan Tanah Wakaf di Banten

Kamis, 26 Februari 2026 - 17:04 WIB

PELATARAN Tetap Beroperasi di Bulan Suci, 107 Kantah Layani Warga Sabtu-Minggu

Kamis, 26 Februari 2026 - 16:58 WIB

Pascabanjir Aceh Tamiang, ATR/BPN Evakuasi dan Restorasi Arsip Pertanahan ke Tiga Daerah

Berita Terbaru

error: Content is protected !!