Berita Ciamis, Asajabar.com – Bank Galuh Perumda BPR Galuh Ciamis meraih penghargaan kategori BPR milik pemerintah daerah dengan kinerja “sangat baik” tahun 2025 untuk kelompok aset Rp25 miliar hingga Rp50 miliar. Penghargaan tersebut diberikan dalam ajang “Rating BUMD Keuangan Versi The Asian Post 2026” yang digelar di Hotel Alila Solo, Kota Surakarta, Jawa Tengah, Kamis (16/4/2026).
Ajang pemeringkatan yang diselenggarakan Infobank Media Group melalui The Asian Post itu menilai kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sektor keuangan, khususnya Bank Perkreditan Rakyat (BPR), berdasarkan laporan keuangan periode September 2024 hingga September 2025 yang dipublikasikan di situs Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Penilaian dilakukan menggunakan metode kuantitatif dengan sejumlah indikator, di antaranya aspek permodalan seperti Capital Adequacy Ratio (CAR) dan pertumbuhan modal inti, kualitas aset melalui Non-Performing Loan (NPL) dan pertumbuhan kredit, rentabilitas yang meliputi Return on Assets (ROA), Return on Equity (ROE), serta pertumbuhan laba berjalan. Selain itu, aspek likuiditas melalui Loan to Deposit Ratio (LDR) dan pertumbuhan dana pihak ketiga, serta efisiensi melalui rasio BOPO dan Net Interest Margin (NIM) juga menjadi parameter penilaian.
Dalam pemeringkatan tersebut, BPR dikelompokkan ke dalam sembilan kategori berdasarkan total aset, mulai dari di bawah Rp5 miliar hingga di atas Rp1 triliun. Bank Galuh Ciamis masuk dalam kelompok aset Rp25 miliar hingga di bawah Rp50 miliar.
Pada kelompok tersebut, Bank Galuh berhasil meraih peringkat keempat dengan nilai 97,92 dari 100, serta predikat “Sangat Bagus”.
Direktur Utama Bank Galuh, Usman Ependi, menyampaikan bahwa penghargaan tersebut menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar bagi seluruh jajaran perusahaan.
“Penghargaan ini merupakan anugerah yang membanggakan dan menjadi yang pertama sepanjang berdirinya Bank Galuh. Namun di sisi lain, ini juga menjadi tanggung jawab untuk terus menjaga dan meningkatkan kualitas kinerja,” ujarnya kepada Redaksi Asajabar, Sabtu (18/4/2026).
Menurutnya, pencapaian tersebut harus diiringi dengan upaya konsisten dalam mempertahankan mutu layanan dan kinerja, agar sejalan dengan penilaian yang telah diberikan.
Ia menekankan pentingnya soliditas internal organisasi, mulai dari jajaran pimpinan hingga staf, dalam menjalankan arah bisnis perusahaan. Selain itu, penerapan prinsip kehati-hatian (prudential banking) dan inovasi yang mengikuti perkembangan zaman juga menjadi kunci utama.
“Strategi utama kami adalah menjaga kekompakan dan sinergi seluruh elemen organisasi. Dengan soliditas, tantangan sebesar apa pun dapat dihadapi,” katanya.
Dalam pengembangan bisnis, Bank Galuh juga melakukan diversifikasi produk, baik pada sektor konsumtif maupun produktif. Salah satu inovasi yang dilakukan adalah pembiayaan mikro tanpa agunan untuk pelaku usaha kecil, serta kerja sama di sektor properti dengan sejumlah pengembang.
Di sisi lain, Bank Galuh juga mulai mengembangkan layanan berbasis digital untuk mendukung operasional dan meningkatkan daya saing. Meski demikian, layanan konvensional tetap dipertahankan agar dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
“Digitalisasi menjadi kebutuhan utama perbankan saat ini. Selain meningkatkan pelayanan kepada nasabah, juga berfungsi sebagai kontrol untuk meminimalisasi potensi penyimpangan,” tambahnya.
Dengan capaian tersebut, pihaknya berharap kepercayaan masyarakat terhadap Bank Galuh semakin meningkat.
“Penghargaan ini membuktikan tata kelola Bank Galuh berjalan baik. Kami mengajak masyarakat untuk tidak ragu menabung dan berinvestasi di Bank Galuh,” pungkasnya.













