HNSI Pangandaran Tegaskan Penolakan KJA Jika Gunakan Lahan Laut Seluas 3,2 Hektare

- Redaktur

Kamis, 21 Agustus 2025 - 13:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua  HNSI Pangandaran, Jeje Wiradinata.

Ketua HNSI Pangandaran, Jeje Wiradinata.

Berita Pangandaran, Asajabar.com – Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Pangandaran, Jeje Wiradinata, menegaskan sikap penolakan terhadap rencana pemanfaatan lahan laut oleh Keramba Jaring Apung (KJA) di kawasan Pantai Timur Pangandaran.

Pernyataan tersebut disampaikan Jeje menyusul polemik yang ramai diperbincangkan publik di media sosial dalam beberapa pekan terakhir. Menurutnya, penguasaan lahan laut hingga 3,2 hektare berpotensi mengganggu aktivitas wisata bahari maupun nelayan kecil yang sudah berjalan.

“Inisiatif pertemuan kemarin datang dari saya, karena yang ngotot itu pihak Unpad, khususnya Fakultas Perikanan. Pertanyaannya, apakah Unpad hadir sebagai konsultan atau akademisi?” ujar Jeje, Kamis (21/8/2025).

Baca Juga :  Target PAD Parkir Rp2,65 Miliar, UPTD Parkir Kota Tasikmalaya Tancap Gas

Jeje menjelaskan, rencana pemanfaatan KJA sejauh ini disebutkan akan menggunakan lahan seluas 2.000 meter persegi dari total 1.660 meter persegi yang sudah ada. Namun, isu yang berkembang menyebutkan akan melebar hingga 3,2 hektare.

“Apabila titik lokasi yang digunakan mencapai 3,2 hektare seperti isu yang berkembang, kami menolak rencana tersebut,” tegasnya.

Pernyataan itu disampaikan dalam sebuah pertemuan yang digagas HNSI di Kampus Unpad Jatinangor, Rabu (20/8/2025). Pertemuan tersebut menghadirkan jajaran Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Unpad, Ketua DPRD Pangandaran, Kepala Dinas Perikanan Pangandaran, serta perwakilan kelompok penggiat pariwisata.

Baca Juga :  Faujiana Fatah Terpilih Pimpin Hiswana Migas Priangan Timur

Dalam pertemuan itu, disepakati bahwa semua pihak akan turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi riil sebelum diambil keputusan lebih lanjut.

“Kami menyatakan, di manapun dan berapapun luas titik lokasi, yang terpenting tidak mengganggu pengembangan wisata bahari dan keberlangsungan nelayan kecil,” kata Jeje.

Meski telah terjadi kesepahaman awal antara HNSI Pangandaran dan Unpad, Jeje menegaskan masih ada sejumlah pertanyaan yang harus dijawab, terutama terkait tujuan serta bentuk kerja sama yang dijalin dengan pihak swasta. (M.DRAJAT)

Berita Terkait

Hiswana Migas Priangan Timur Diminta Lebih Kreatif Hadapi Tantangan Energi Global
Faujiana Fatah Terpilih Pimpin Hiswana Migas Priangan Timur
Kemenhaj Kota Tasikmalaya Gelar Pelepasan Calon Jamaah Haji Secara Seremonial
Target PAD Parkir Rp2,65 Miliar, UPTD Parkir Kota Tasikmalaya Tancap Gas
Inspektorat Kemenag Turun Langsung Bina Pengelolaan Keuangan Madrasah di Ciamis
BAZNAS Ciamis Dorong Program Kencleng Terus Bertambah di Tingkat Desa
RSUD Kawali Optimalkan Pelayanan di Tengah Keterbatasan Tenaga Perawat
DPRD Ciamis Soroti Maraknya Keuangan Ilegal, Penyuluh Agama Didorong Jadi Garda Edukasi

Berita Terkait

Rabu, 3 Desember 2025 - 09:05 WIB

Airnya Bisa Jernih Banget! Wisatawan Kaget Liat Pesona Curug Jami dari Gunung Sawal

Sabtu, 30 Desember 2023 - 19:20 WIB

Menjelang Tahun Baru 2024, Dishub dan BNN Ciamis Gencarkan Pemeriksaan Angkutan Umum

Minggu, 24 Desember 2023 - 09:34 WIB

Dishub Ciamis Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Jelang Nataru

Selasa, 19 Desember 2023 - 16:26 WIB

Wisata Edukasi Bumi Pakarangan Ciamis Siap Dibuka Mei 2024

Senin, 18 Desember 2023 - 13:12 WIB

Ciamis Siap Sambut 1 Juta Wisatawan di Akhir Tahun 2023

Minggu, 10 Desember 2023 - 18:37 WIB

Situs Dalem Dungkut Ranggayunan, Jejak Sejarah dan Kepercayaan di Ciamis

Minggu, 10 Desember 2023 - 18:02 WIB

Tiga Tempat Wisata Alam di Ciamis yang Wajib Dikunjungi

Berita Terbaru

error: Content is protected !!