Tina Wiryawati Dorong SPPG Jadi Model Pemberdayaan dan Transparansi Program Sosial

- Redaktur

Minggu, 19 Oktober 2025 - 12:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seleksi calon karyawan SPPG.

Seleksi calon karyawan SPPG.

Berita Ciamis, Asajabar.com – Pengawasan terhadap pelaksanaan program sosial pemerintah terus diperkuat. Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Hj. Tina Wiryawati, S.H., M.M., menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh kegiatan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah berjalan sesuai prinsip akuntabilitas, transparansi, dan profesionalitas.

Dalam kunjungannya ke salah satu unit SPPG di Kabupaten Ciamis, Hj. Tina menyoroti pentingnya proses rekrutmen tenaga kerja yang terbuka dan bebas dari praktik kolusi maupun kepentingan pribadi. Ia menilai, kredibilitas lembaga pelaksana program sangat ditentukan oleh cara mereka mengelola sumber daya manusianya.

“Rekrutmen yang sehat adalah fondasi utama. Kalau dari awal sudah profesional dan transparan, maka kepercayaan masyarakat terhadap program pemerintah akan tumbuh,” ujar Hj. Tina, Minggu (19/10/2025).

Menurutnya, SPPG memiliki peran strategis dalam meningkatkan ketahanan gizi masyarakat, terutama bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, balita, dan lansia. Karena itu, kualitas tenaga yang terlibat harus benar-benar terjaga.

“Program ini menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat. SDM-nya harus punya integritas dan kepekaan sosial, bukan sekadar bekerja untuk menggugurkan kewajiban,” tegasnya.

Baca Juga :  Kurban di Masjid Agung Ciamis Meningkat, Panitia Siapkan 500 Paket Daging

Selain mengawasi proses seleksi, Hj. Tina juga menilai bahwa keberadaan SPPG membawa dampak ekonomi yang signifikan. Program yang melibatkan banyak pihak ini terbukti menciptakan rantai manfaat yang luas — mulai dari perekrutan tenaga lokal, hingga meningkatnya permintaan terhadap bahan pangan dari petani dan peternak sekitar.

“Setiap dapur SPPG membuka peluang kerja baru. Tapi dampaknya tidak berhenti di situ. Ada petani yang panennya terserap, peternak ayam dan telur yang produksinya meningkat, hingga jasa transportasi yang ikut bergerak,” paparnya.

Namun demikian, Hj. Tina menyoroti keterbatasan kapasitas pelayanan yang masih dihadapi SPPG di lapangan. Dengan kemampuan melayani sekitar 2.500 penerima manfaat, sementara permintaan jauh lebih besar, ia mendorong agar pemerintah daerah dan pusat menambah unit layanan baru.

“Kalau program ini diperluas, bukan hanya masalah gizi yang tertangani, tapi juga persoalan pengangguran. SPPG bisa menjadi motor pemberdayaan ekonomi berbasis sosial,” ungkapnya.

Baca Juga :  Kampung Zakat di Ciamis Dinilai Berhasil Tekan Praktik Rentenir

Lebih lanjut, Hj. Tina mengingatkan agar seluruh pihak menjaga konsistensi terhadap standar kebersihan dan keamanan pangan. Ia meminta setiap unit SPPG menjalankan prosedur kerja yang tertib agar makanan yang disalurkan aman dan berkualitas.

Ia juga mengusulkan agar tahap perekrutan berikutnya memperhatikan keberagaman sosial, termasuk memberi kesempatan bagi penyandang disabilitas dan kelompok usia produktif non-muda yang masih memiliki kemampuan kerja.

“SPPG harus inklusif. Selain menekan angka stunting, program ini juga bisa menjadi jembatan bagi masyarakat untuk mendapatkan penghidupan yang layak,” tandasnya.

Menurut Hj. Tina, jika dikelola dengan baik, SPPG bukan hanya menjadi solusi pemenuhan gizi, tetapi juga model sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia pendidikan dalam membangun kesejahteraan bersama.

“Saya ingin SPPG di Jawa Barat menjadi contoh bagi daerah lain — bukan hanya karena program gizinya, tetapi karena sistem pengelolaannya yang bersih, terbuka, dan profesional,” pungkasnya.

Berita Terkait

Reuni Smanda 99 Perkuat Solidaritas Alumni Lewat Semangat Guyub Rukun
DKM Masjid Al Ikhlas Kemenag Ciamis Sembelih 3 Sapi dan Salurkan 5 Domba pada Iduladha 1447 H
Kampung Zakat di Ciamis Dinilai Berhasil Tekan Praktik Rentenir
Ketua MUI Ciamis Jelaskan Hukum Kurban Hewan Betina
Khutbah Iduladha di Alun-alun Ciamis Angkat Penguatan Moral dan Ekonomi Umat
Kurban di Masjid Agung Ciamis Meningkat, Panitia Siapkan 500 Paket Daging
Guru TK Honorer di Kota Tasikmalaya Keluhkan Insentif Rp50 Ribu per Bulan
Ekonomi Lesu dan Harga Sapi Naik, Penjualan Kurban di Tasik Turun

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 17:17 WIB

Kementerian ATR/BPN Salurkan Hewan Kurban, Perkuat Kepedulian Sosial kepada Masyarakat

Minggu, 31 Mei 2026 - 15:49 WIB

Menteri Nusron Ajak Umat Perkuat Ketakwaan dan Kepedulian Sosial

Minggu, 31 Mei 2026 - 13:02 WIB

Sekjen ATR/BPN Minta ASN Tak Ragu Beri Pelayanan karena Takut Ambil Keputusan

Sabtu, 30 Mei 2026 - 21:50 WIB

Pemilik Tanah Kini Bisa Ajukan Plotting Bidang Tanah Secara Online melalui Sentuh Tanahku

Sabtu, 30 Mei 2026 - 21:28 WIB

GEMAPATAS Dorong Masyarakat Pasang Tanda Batas Tanah demi Kepastian Hak

Selasa, 26 Mei 2026 - 17:55 WIB

ATR/BPN Minta Masyarakat Cermat dalam Proses Jual Beli Tanah

Selasa, 26 Mei 2026 - 17:43 WIB

ATR/BPN Minta Warga Segera Melapor jika Temukan Indikasi Penyerobotan Tanah

Selasa, 26 Mei 2026 - 17:32 WIB

ATR/BPN Dorong Penataan Kawasan Hutan Berkelanjutan dan Berbasis Kepastian Hukum

Berita Terbaru

Pembahasan persoalan aktivitas tambang ilegal di Kota Tasikmalaya.

Hukum & Kriminal

Heboh Dugaan Aktivitas Tambang Ilegal di Kota Tasikmalaya

Rabu, 3 Jun 2026 - 08:44 WIB

error: Content is protected !!