Berita Ciamis, Asajabar.com – Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kabupaten Ciamis, KH Saeful Ujun, mengingatkan para jemaah haji yang telah kembali dari Tanah Suci agar menjaga kemabruran hajinya dengan meningkatkan ibadah, memperbanyak kepedulian sosial, serta tetap bersikap rendah hati di tengah masyarakat.
Menurutnya, gelar haji bukanlah alasan untuk merasa lebih tinggi dari orang lain. Sebaliknya, seseorang yang telah menunaikan ibadah haji harus menunjukkan sikap yang semakin tawadhu dan menjadi teladan yang baik bagi lingkungan sekitarnya.
“Jangan sampai setelah pulang haji menjadi sombong atau merasa lebih baik dari yang lain. Justru seorang haji harus semakin rendah hati, semakin santun dalam bertutur kata, dan semakin dekat dengan masyarakat,” ujar KH Saeful Ujun kepada Asajabar.
Ia menuturkan, salah satu tanda haji mabrur adalah adanya perubahan sikap dan perilaku menjadi lebih baik setelah kembali ke tanah air. Di antaranya memiliki ucapan yang lembut, gemar membantu sesama, peduli terhadap kaum dhuafa, serta meningkatkan kualitas ibadah kepada Allah SWT.
“Setelah pulang haji harus lebih dermawan, lebih menyayangi kaum dhuafa, dan lebih banyak berbagi kepada sesama. Jemaah haji juga harus menjadi contoh dan suri teladan bagi masyarakat di kampungnya masing-masing,” katanya.
KH Saeful Ujun menjelaskan bahwa ciri haji mabrur tidak hanya terlihat dari pelaksanaan ibadah selama di Tanah Suci, tetapi juga dari perilaku sehari-hari setelah kembali ke lingkungan masyarakat.
“Ciri haji mabrur itu lisannya baik, sopan dalam berbicara, lemah lembut dalam ucapan, senang memberi, tanggap terhadap lingkungan, serta semakin meningkat ibadahnya kepada Allah SWT,” jelasnya.
Selain itu, ia mengimbau para jemaah untuk menjaga kondisi kesehatan pascakepulangan dari Arab Saudi. Para jemaah diminta memperbanyak istirahat, mengonsumsi makanan sehat dan bergizi, serta melakukan pemeriksaan kesehatan di puskesmas sesuai anjuran petugas kesehatan.
“Perbanyak istirahat, jaga kesehatan, dan ikuti petunjuk dari petugas kesehatan. Setelah pulang dari haji sebaiknya melakukan kontrol kesehatan ke puskesmas agar kondisi tubuh tetap terpantau,” ujarnya.
Sementara itu, dari total 442 jemaah dan petugas Kloter 15 KJT asal Kabupaten Ciamis yang kembali ke tanah air, mayoritas tiba dalam kondisi sehat. Selama menjalankan rangkaian ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, Mina, hingga di Makkah dan Madinah, para jemaah juga dilaporkan tidak mengalami kendala yang berarti.













