Raden Arya Wiralodra, Tokoh Perintis yang Membuka Awal Indramayu

- Redaktur

Kamis, 1 Januari 2026 - 10:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

INDRAMAYU, JAWA BARAT, Asajabar.com — Sejarah awal berdirinya Kabupaten Indramayu kembali diulas melalui tayangan dokumenter yang mengangkat perjalanan Raden Arya Wiralodra sebagai tokoh perintis wilayah pesisir utara Jawa Barat. Tayangan tersebut disajikan oleh kanal EL JOHN Media sebagai bagian dari upaya mengenalkan kembali sejarah daerah kepada masyarakat.

Dalam tayangan itu disebutkan bahwa Raden Arya Wiralodra berasal dari Bagelen, Jawa Tengah. Ia melakukan perjalanan panjang dengan tujuan mencari wilayah yang subur dan strategis untuk dijadikan permukiman. Perjalanan tersebut dilakukan dengan tekad kuat serta berlandaskan petunjuk spiritual.

Perjalanan Wiralodra berakhir di kawasan sekitar Sungai Cimanuk. Pada masa itu, wilayah tersebut masih berupa hutan lebat dan belum berpenghuni. Bersama para pengikutnya, Wiralodra membuka hutan dan membangun permukiman awal yang kemudian berkembang menjadi pusat kehidupan masyarakat.

Sejarawan lokal Hendra Santoso menjelaskan bahwa kawasan Sungai Cimanuk dipilih karena memiliki sumber air yang melimpah dan tanah yang subur. Faktor tersebut menjadi penopang utama berkembangnya permukiman yang dirintis oleh Wiralodra.

Sementara itu, pemerhati budaya Indramayu, Siti Mulyani, menyebutkan bahwa permukiman tersebut awalnya dikenal dengan nama Darma Ayu. Nama itu berkaitan dengan sosok Nyi Endang Darma Ayu yang dikenal dalam cerita sejarah setempat. Seiring waktu, penyebutan Darma Ayu berubah menjadi Dermayu dan kemudian dikenal sebagai Indramayu.

Raden Arya Wiralodra hingga kini dikenang sebagai tokoh penting dalam sejarah Indramayu. Kisah perjuangannya menjadi bagian dari identitas daerah dan terus diperkenalkan sebagai warisan sejarah dan budaya kepada generasi muda.

Berita Terkait

Situs Cagar Budaya di Ciamis Diharapkan Bisa Dilestarikan dan DiJaga oleh Masyarakat
Jalan Letjen Ibrahim Adjie, Jalan Alternatif dan Wisata Baru di Garut
Situs Dalem Dungkut Ranggayunan, Jejak Sejarah dan Kepercayaan di Ciamis
Perubahan Nama Ciamis Menjadi Galuh Akan Segera Terwujud, 90 Persen Warganya Setuju
IAID Ciamis Raih 5 Penghargaan PTKIS Wilayah II Jawa Barat
Bupati Ciamis Sebut Akan Suport Badan Ad Hoc dari Segi Anggaran

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:59 WIB

Munas III PJS Resmi Bergulir, Delegasi dari Berbagai Provinsi Ikuti Sidang Nasional

Sabtu, 18 Juli 2026 - 08:17 WIB

Laporan Keuangan 2025 Kembali Raih WTP, Sekjen ATR/BPN Minta Jajaran Tindak Lanjuti Temuan BPK

Sabtu, 18 Juli 2026 - 07:33 WIB

Realisasi Anggaran ATR/BPN Tembus Rp6,12 Triliun, Komisi II DPR Minta Pengelolaan Berbasis Kinerja

Jumat, 17 Juli 2026 - 17:27 WIB

Sertipikasi Tanah Ulayat Lindungi Hak Masyarakat Adat, Bukan Hilangkan Hak Adat

Jumat, 17 Juli 2026 - 17:18 WIB

Nusron dan Maruarar Sepakati Sertipikasi Gratis untuk MBR, Targetkan Satu Juta Bidang Tanah pada 2026

Jumat, 17 Juli 2026 - 16:26 WIB

Reforma Agraria Harus Berdampak pada Ekonomi Masyarakat, Bank Tanah Perlu Diperkuat

Jumat, 17 Juli 2026 - 15:19 WIB

KKNP-PTLP Perdana STPN Berhasil Petakan Lebih dari 224 Ribu Bidang Tanah dan Restorasi Arsip Pascabencana

Jumat, 17 Juli 2026 - 15:04 WIB

Kajian Komnas HAM Perkuat Langkah Pemerintah Tangani Konflik Agraria Secara Menyeluruh

Berita Terbaru

error: Content is protected !!