Berita Tasikmalaya, Asajabar.com – Objek wisata Gunung Galunggung dipadati pengunjung selama libur Lebaran tahun ini. Lonjakan wisatawan terjadi sejak H+1 Lebaran dan terus meningkat dalam beberapa hari terakhir.
Manager Klaster Priangan PT Palawi Risorsis, Dudung Suheri, mengatakan jumlah kunjungan mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Kalau dibandingkan tahun lalu, ada peningkatan sekitar 50 persen. Ini cukup luar biasa, meski nanti akan kami lihat lagi hingga akhir masa liburan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pada H+1 Lebaran, jumlah pengunjung di kawasan puncak mencapai sekitar 2.000 orang per hari. Sementara itu, kunjungan ke kawasan pemandian air panas Cipanas juga menunjukkan angka serupa, bahkan meningkat menjadi sekitar 2.300 orang pada hari berikutnya.
Menurut Dudung, tingginya minat wisatawan tidak lepas dari momen Lebaran yang identik dengan libur keluarga dan silaturahmi. Selain itu, kehadiran wahana baru turut menjadi daya tarik tambahan.
“Di Cipanas kami punya produk baru, Tirta Harmoni. Ini konsep pemandian privat, satu kamar bisa diisi empat orang dengan tarif Rp100 ribu per jam. Fasilitasnya sudah termasuk handuk dan perlengkapan mandi,” jelasnya.
Meski baru memiliki enam unit kamar, fasilitas tersebut disebut selalu penuh dan bahkan memiliki daftar tunggu pengunjung.
Dalam menghadapi lonjakan wisatawan, pengelola telah melakukan berbagai persiapan, termasuk pengamanan terpadu. Pos pengamanan didirikan dengan melibatkan aparat kepolisian, TNI, tenaga kesehatan, serta pihak kecamatan.
“Kami sudah melakukan rapat koordinasi sebelumnya, termasuk penentuan titik pos darurat, pengaturan parkir, dan antisipasi jika terjadi kecelakaan,” katanya.
Selain itu, pengelola juga melibatkan masyarakat sekitar melalui Koperasi Pariwisata Galunggung (KOPARGA) dalam operasional wisata. Mereka berperan dalam pelayanan dan pengawasan di sejumlah titik, seperti jalur tangga kuning dan tangga biru.
Dari sisi keamanan, Dudung memastikan kondisi kawasan wisata relatif terkendali. Fasilitas penunjang seperti pegangan tangga dan penerangan juga telah disiapkan, meski aktivitas wisata masih difokuskan pada siang hari.
“Sejauh ini aman, tidak ada kendala berarti. Kami juga tetap mengatur kapasitas pengunjung agar tidak melebihi batas yang ditentukan,” ucapnya.
Terkait target kunjungan, pihak pengelola menargetkan pendapatan sekitar Rp1,5 miliar per tahun untuk kawasan utama dan Rp1,9 miliar untuk kawasan Cipanas. Pada tahun sebelumnya, realisasi bahkan melampaui target.
“Tahun lalu target sekitar Rp1,3 miliar dan terealisasi Rp1,4 miliar. Untuk Cipanas juga melampaui target, sehingga tahun ini dinaikkan,” jelas Dudung.
Ke depan, pengelola berencana mengembangkan konsep wisata tematik, khususnya di area tangga kuning dan tangga biru, agar lebih menarik bagi wisatawan, termasuk para pembuat konten digital.
“Rencananya akan kami kemas lebih estetik agar menarik perhatian publik dan mendorong promosi melalui konten kreator,” pungkasnya.













