Kemenag Ciamis Sosialisasikan Wakaf dan Pembaruan Data Zakat Tahun 2026

- Redaktur

Senin, 18 Mei 2026 - 18:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sosialisasi dan Koordinasi Updating Data Zakat serta Sosialisasi Wakaf Tahun 2026.

Sosialisasi dan Koordinasi Updating Data Zakat serta Sosialisasi Wakaf Tahun 2026.

Berita Ciamis, Asajabar.com – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ciamis menggelar kegiatan Sosialisasi dan Koordinasi Updating Data Zakat serta Sosialisasi Wakaf Tahun 2026. Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat integrasi data zakat dan mempercepat proses sertifikasi tanah wakaf di Kabupaten Ciamis.

Kepala Seksi Penyelenggara Zakat dan Wakaf (PZW) Kemenag Ciamis, H. Wahidin mengatakan, kegiatan tersebut sengaja menggabungkan dua tema sekaligus karena berkaitan erat dengan pengelolaan zakat dan wakaf.

“Karena kami bergerak di dunia zakat dan wakaf, maka momentum ini dimanfaatkan untuk membahas dua agenda sekaligus,” ujarnya.

Menurut Wahidin, salah satu fokus utama dalam kegiatan tersebut ialah pembahasan integrasi data penerima zakat. Selama ini, data penerima manfaat masih terpisah antara Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Lembaga Amil Zakat (LAZ), maupun lembaga zakat lainnya.

Akibatnya, potensi tumpang tindih penyaluran zakat masih mungkin terjadi karena belum adanya sistem data terpadu.

“Jangan sampai penerima zakat yang sudah mendapatkan bantuan dari Baznas menerima lagi dari LAZ karena datanya tidak terintegrasi,” katanya.

Ia menjelaskan, ke depan Kemenag bersama Baznas berencana membangun aplikasi atau sistem integrasi data penerima zakat agar penyaluran lebih tepat sasaran, akurat, dan merata.

Baca Juga :  223 Siswa SMPN 4 Ciamis Lulus 100 Persen, Pelepasan Digelar Sederhana namun Bermakna

Selain itu, data penerima zakat dinilai penting untuk memetakan kondisi kesejahteraan masyarakat di daerah.

“Kalau penerima zakatnya banyak berarti angka kemiskinan masih tinggi. Tapi kalau penerimanya sedikit sementara pengumpulan zakat tinggi, berarti kondisi masyarakat juga semakin baik,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kemenag Ciamis juga menyoroti persoalan sertifikasi tanah wakaf. Wahidin menyebut, selama tiga tahun terakhir Kabupaten Ciamis menjadi daerah dengan jumlah pendaftaran sertifikat wakaf terbanyak.

“Data di aplikasi Siwak saat ini sekitar 9.500 bidang wakaf. Namun masih ada sekitar 4.000 bidang yang belum selesai sertifikasinya,” ungkapnya.

Mayoritas tanah wakaf tersebut digunakan untuk tempat ibadah dan lembaga pendidikan. Untuk mempercepat proses sertifikasi, Kemenag melalui Kantor Urusan Agama (KUA) di setiap kecamatan melakukan verifikasi dan penyisiran data wakaf.

“Kami instruksikan operator wakaf dan PPAIW di setiap KUA untuk menyisir data mana yang sudah AIW dan mana yang belum,” katanya.

Kemenag Ciamis juga berencana menjalin Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) guna mempercepat proses sertifikasi wakaf.

Baca Juga :  Porseni MI Cijeungjing-Cisaga Siapkan Wakil Terbaik ke Tingkat Kabupaten

“Insyaallah kerja sama ini untuk mempercepat proses, memperjelas data, dan menghindari tumpang tindih,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Baznas Kabupaten Ciamis, Kikin Muttaqin mengatakan, Baznas turut dilibatkan dalam kegiatan tersebut untuk memberikan materi terkait updating data zakat.

Menurutnya, pembaruan data zakat mencakup potensi zakat, calon muzaki, hingga mustahik yang harus terintegrasi melalui aplikasi Simjat milik Kementerian Agama.

“Data potensi zakat, realisasi, muzaki, dan mustahik harus terintegrasi agar sinkron dengan DTESN dan data pemerintah,” katanya.

Ia menjelaskan, fokus penyaluran zakat diarahkan kepada masyarakat desil 1 hingga desil 4. Untuk desil 1 dan 2 diprioritaskan pada penanganan kemiskinan ekstrem, sedangkan desil 3 dan 4 diarahkan pada program pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Dalam forum tersebut, Baznas juga membahas strategi optimalisasi potensi zakat dengan melibatkan masjid dan musala sebagai mitra Unit Pengumpul Zakat (UPZ).

“Kami ingin data nasional zakat benar-benar terintegrasi melalui Kementerian Agama sehingga semua lembaga memiliki data yang sama dan akurat,” pungkasnya.

Berita Terkait

Bapenda Ciamis Apresiasi Desa Taat Pajak dengan 50 Unit Sepeda Motor
Ujang Nyai Alit dan Remaja Semarakkan Hari Jadi Ciamis ke-384 dengan Pawai Budaya
Petani Cigembor Pelajari Sistem Padi Organik untuk Jaga Ekosistem dan Tingkatkan Hasil Panen
BAZNAS Ciamis Kenalkan Layanan Infaq Bebas Pilih Program di JAZIRAH Ciamis Creative Expo 2026
Setelah Tertunda Berjam-jam, Rombongan Haji Kota Tasik Tiba dengan Selamat
Jamaah Haji Kota Tasikmalaya Kloter KJT 4 Alami Keterlambatan, Keluarga Menunggu Hingga Malam
Reuni Smanda 99 Perkuat Solidaritas Alumni Lewat Semangat Guyub Rukun
DKM Masjid Al Ikhlas Kemenag Ciamis Sembelih 3 Sapi dan Salurkan 5 Domba pada Iduladha 1447 H

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:19 WIB

Persaingan Ketat SPMB di Sekolah Maung SMAN 1 Ciamis, 94 Pendaftar Gagal Lolos

Kamis, 11 Juni 2026 - 07:39 WIB

223 Siswa SMPN 4 Ciamis Lulus 100 Persen, Pelepasan Digelar Sederhana namun Bermakna

Rabu, 10 Juni 2026 - 08:30 WIB

Porseni MI Cijeungjing-Cisaga Siapkan Wakil Terbaik ke Tingkat Kabupaten

Jumat, 5 Juni 2026 - 18:43 WIB

Guru PAI Harus Menjadi Ajengan di Sekolah di Tengah Gempuran Era Digital

Jumat, 5 Juni 2026 - 10:36 WIB

Pelepasan Kelas IX SMPN 8 Ciamis Berlangsung Haru, Simbol Payung Jadi Sorotan

Kamis, 4 Juni 2026 - 21:02 WIB

Fossma Tasikmalaya Buka Posko Pengaduan SPMB 2026, Siap Beri Pendampingan Gratis hingga Advokasi Hukum

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:42 WIB

Nesaba Cup Jadi Ajang Promosi dan Pembinaan Olahraga SMPN 1 Baregbeg Ciamis

Selasa, 26 Mei 2026 - 07:21 WIB

SPMB Sekolah Maung SMAN 1 Ciamis Dibuka, Konsultasi Calon Siswa Mulai Ramai

Berita Terbaru

error: Content is protected !!