Wafatnya Takmad Diningrat, Pendiri Dayak Bumi Segandu Losarang

- Redaktur

Senin, 30 Maret 2026 - 15:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

INDRAMAYU, Asajabar.com — Paheran Takmad Diningrat, pendiri Komunitas Dayak Hindu-Buddha Bumi Segandu di Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, meninggal dunia dan dimakamkan di padepokan yang ia dirikan di Desa Krimun, Minggu (29/3/2026). Kepergiannya meninggalkan duka mendalam sekaligus warisan nilai spiritual dan pelestarian lingkungan bagi para pengikutnya.

Semasa hidup, Takmad dikenal sebagai tokoh yang mengajarkan kasih sayang antar sesama manusia serta pentingnya hidup selaras dengan alam. Ia menjadi sosok sentral dalam membangun komunitas Dayak Losarang yang hingga kini tetap eksis di tengah masyarakat.

Istri almarhum, Bule, menyebut Takmad sebagai pribadi penyayang yang selalu menanamkan nilai keluarga.

“Bapak itu orangnya penyayang, beliau berwasiat kepada saya agar menyayangi anak dan cucunya,” ujarnya.

Takmad meninggalkan empat anak dan lima cucu. Ia bahkan sempat menitipkan harapan kepada tiga cucunya yang masih kecil untuk menjadi penerus ajaran yang telah dibangunnya.

Baca Juga :  Perlindungan Anak Yatim Jadi Pesan Utama Gebyar Muharram Roudlotunnisa Masjid Agung Ciamis

“Bapak nitip ke saya, ada tiga cucu yang jadi penerus bapak. Mereka dipercaya bisa melihat masa depan,” kata Bule.

Dalam kesehariannya, Takmad dikenal menjalankan berbagai ritual tradisi Jawa seperti nyuguh setiap malam Jumat. Ajaran tersebut menjadi bagian dari kehidupan spiritual komunitas Dayak Hindu-Buddha Bumi Segandu.

Perjalanan hidup Takmad dimulai dari kesederhanaan. Ia pernah bekerja sebagai tukang becak, kuli, hingga awak kapal. Dari perjalanan antar pelabuhan, ia bertemu seorang guru silat asal Aceh bernama Midun yang kemudian mengajarkan ilmu bela diri kepadanya.

Pada era 1960 hingga 1970-an, ia merantau ke Jakarta dan dikenal sebagai ahli pencak silat di wilayah Cilincing, Jakarta Utara. Meski memiliki pengaruh, Takmad memilih kembali ke kampung halamannya di Indramayu.

Baca Juga :  Momentum Muharam, Kemenag Ciamis Tebar Kepedulian untuk Anak Yatim dan Disabilitas

Setelah kembali, ia mendirikan Perguruan Silat Serbaguna pada tahun 1973 sebagai wadah pembinaan moral dan spiritual masyarakat. Perguruan tersebut kemudian berkembang menjadi komunitas Suku Dayak Hindu-Buddha Bumi Segandu yang dikenal luas.

Pada tahun 1974, Takmad menikahi Sarini, yang kini dimakamkan berdampingan dengannya di area padepokan Nyi Ratu Kembar, lokasi yang menjadi pusat aktivitas komunitas tersebut.

Hingga saat ini, belum ada keputusan mengenai sosok yang akan melanjutkan peran Takmad sebagai pemimpin spiritual komunitas.

“Belum diobrolkan, belum tahu juga siapa yang bakal meneruskan,” pungkas Bule.

Berita Terkait

Perlindungan Anak Yatim Jadi Pesan Utama Gebyar Muharram Roudlotunnisa Masjid Agung Ciamis
Momentum Muharam, Kemenag Ciamis Tebar Kepedulian untuk Anak Yatim dan Disabilitas
Jamaah Majelis Taklim Roudlotunnisa Masjid Agung Ciamis Kompak Sisihkan Rezeki untuk Anak Yatim
Jemaah Haji Ciamis Kembali ke Tanah Air, PPIH Ingatkan Jaga Kemabruran Haji
ASN Baru Kemenag Ciamis Diminta Tingkatkan Kompetensi dan Disiplin Kerja
Anwar Solahudin Dorong BAZNAS Ciamis Tingkatkan Kinerja Pengelolaan Zakat
Ijang Faisal Sebut BAZNAS Ciamis Masuk Kategori Terbaik di Jawa Barat
Usai Dilantik, Lili Miftah Siapkan Strategi Baru Pengelolaan Zakat di Ciamis

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 20:56 WIB

Ikut Gerakan “AYO Muliakan Sungai”, Wamen Ossy Tekankan Kolaborasi Jaga Kelestarian Sungai

Senin, 29 Juni 2026 - 19:29 WIB

Ingin Pisahkan Sebagian Tanah? Berikut Ketentuan, Dokumen, dan Estimasi Biayanya

Minggu, 28 Juni 2026 - 20:27 WIB

ATR/BPN Dukung Pengembangan Bandara Nasional dengan Integrasi Data Spasial dan Percepatan Perizinan

Minggu, 28 Juni 2026 - 20:14 WIB

Kementerian ATR/BPN: Kepastian Hak Tanah Ditentukan oleh Batas Bidang, Bukan Sekadar Luas

Minggu, 28 Juni 2026 - 19:56 WIB

Wamen Ossy: Sertipikasi Aset Pemprov DKI Jakarta Perkuat Kepastian Hukum dan Tata Kelola Pertanahan

Minggu, 28 Juni 2026 - 19:47 WIB

Kementerian ATR/BPN Serahkan 499 Sertipikat Hak Pakai untuk Pemprov DKI Jakarta

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:52 WIB

Nusron Wahid Dorong Percepatan Integrasi LP2B ke Tata Ruang Daerah untuk Jaga Ketahanan Pangan

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:42 WIB

Awalnya Ragu Urus Tanah, Pensiunan PNS Ini Akui Layanan BPN Kini Lebih Mudah dan Transparan

Berita Terbaru

error: Content is protected !!