Ledakan SMAN 72 Jakarta, Tokoh Ciamis Ingatkan Bahaya Krisis Moral di Sekolah

- Redaktur

Senin, 10 November 2025 - 14:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Poto SMAN 72 Jakarta diambil dari google.

Poto SMAN 72 Jakarta diambil dari google.

Berita Ciamis, Asajabar.com – Ledakan yang terjadi di SMAN 72 Jakarta menyita perhatian berbagai pihak, termasuk tokoh agama di Kabupaten Ciamis. Dua tokoh Muhammadiyah dan pesantren di Ciamis menilai peristiwa tersebut harus menjadi pelajaran bersama untuk memperkuat pendidikan akhlak serta pengawasan orang tua terhadap anak.

Tokoh Muhammadiyah Kabupaten Ciamis, KH. Iif Taufiq El Haque, menyampaikan keprihatinannya dan meminta agar pihak kepolisian mengusut kasus tersebut secara menyeluruh untuk mengetahui motif di balik peristiwa itu.

“Amat sangat menyayangkan kejadian ledakan di SMA 72 Jakarta. Kita semua harus berhati-hati dalam menilai dan jangan terburu-buru menyimpulkan. Saya berharap pengusutannya dilakukan secara tuntas agar terapi sosial dan pendidikan yang diberikan juga tepat,” ujar KH. Iif di Ciamis, Senin (10/11/2025).

Ia mengimbau masyarakat, khususnya umat Islam, agar tidak mudah terpancing dan menyerahkan penanganan kasus tersebut kepada aparat hukum. Menurutnya, kejadian itu harus menjadi momentum memperkuat pendidikan agama dan pengawasan terhadap anak-anak.

“Kalau memang ini murni tindakan kriminal, maka para siswa perlu dibimbing agar memahami agama secara benar. Orang tua juga harus lebih aktif mengontrol lingkungan pergaulan anak-anaknya, termasuk penggunaan gawai dan internet,” katanya.

Baca Juga :  Petani Cigembor Pelajari Sistem Padi Organik untuk Jaga Ekosistem dan Tingkatkan Hasil Panen

KH. Iif menekankan bahwa pendidikan agama harus menjadi kendali moral agar siswa tidak berbuat merugikan orang lain. Ia juga mengingatkan peran sekolah dan guru agar tidak sekadar mentransfer ilmu, tetapi juga menanamkan nilai-nilai adab dan akhlak kepada siswa.

“Guru bukan hanya pengajar, tapi pembentuk akhlak. Media juga perlu memberitakan secara berimbang, bukan menghakimi, melainkan memberi edukasi bagi masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Al Hasan Ciamis, KH. Syarif Hidayat, menilai kejadian di SMAN 72 Jakarta mencerminkan lemahnya pendidikan akhlak di kalangan remaja.

“Saya melihatnya dari sudut akhlak, bukan semata sisi kriminal. Akhlak bangsa, terutama di kalangan remaja, sudah mulai dangkal. Padahal akhlak adalah hal yang paling mendasar dalam kehidupan manusia,” ujarnya.

KH. Syarif menegaskan, akhlak yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadis harus kembali menjadi dasar dalam dunia pendidikan. Ia mengutip pemikiran Ki Hajar Dewantara yang menempatkan pembentukan karakter dan moral di atas segalanya.

Baca Juga :  223 Siswa SMPN 4 Ciamis Lulus 100 Persen, Pelepasan Digelar Sederhana namun Bermakna

“Etika dan moral bersumber dari hasil pemikiran manusia, tapi akhlak bersumber dari wahyu. Karena itu, pendidikan akhlakul karimah harus menjadi fondasi utama kurikulum agar anak-anak memiliki kepribadian yang baik dan beradab,” katanya.

Ia juga meminta para guru agama dan orang tua untuk tidak takut menanamkan nilai-nilai akhlakul karimah di sekolah maupun di rumah. Menurutnya, pembelajaran berbasis akhlak tidak menjadikan seseorang ekstrem, justru membentuk pribadi yang toleran dan menghargai sesama.

“Kalau anak-anak memahami akhlakul karimah, mereka tidak akan melawan orang tua, tidak menggugat guru, apalagi melakukan tindakan yang membahayakan. Semua berpijak pada nilai-nilai kemanusiaan dan ketuhanan,” tambahnya.

KH. Syarif mengingatkan bahwa pengaruh media sosial terhadap anak sangat besar, sehingga peran keluarga dan lembaga pendidikan harus diperkuat untuk membentengi moral generasi muda.

Berita Terkait

23 Pegawai ATR/BPN Ikuti Latsarmil Komcad, Bekal Disiplin dan Jiwa Pengabdian Diperkuat
Di Milad Ponpes YASPIDA, Menteri ATR/BPN Dorong Santri Kuasai Ilmu dan Literasi Politik
Wamen ATR/BPN: Satu Basis Data Sawah Nasional Penting untuk Kepastian Tata Ruang dan Investasi
130 Pejabat ATR/BPN Resmi Dilantik, Menteri Nusron Minta Fokus Tingkatkan Kepuasan Masyarakat
Tak Perlu Antre Panjang di Kantah, Masyarakat Bisa Daftar Layanan dari Rumah
ATR/BPN Imbau Masyarakat Segera Urus Sertipikat Tanah yang Hilang dan Beralih ke Sertipikat Elektronik
ATR/BPN Ajak Aparatur Wujudkan Nilai Pancasila dalam Pelayanan Masyarakat
Ossy Dermawan Dorong Penyelesaian Sengketa Tanah Lewat Musyawarah dan GTRA

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 16:31 WIB

23 Pegawai ATR/BPN Ikuti Latsarmil Komcad, Bekal Disiplin dan Jiwa Pengabdian Diperkuat

Sabtu, 6 Juni 2026 - 16:31 WIB

Wamen ATR/BPN: Satu Basis Data Sawah Nasional Penting untuk Kepastian Tata Ruang dan Investasi

Sabtu, 6 Juni 2026 - 16:20 WIB

130 Pejabat ATR/BPN Resmi Dilantik, Menteri Nusron Minta Fokus Tingkatkan Kepuasan Masyarakat

Sabtu, 6 Juni 2026 - 16:09 WIB

Tak Perlu Antre Panjang di Kantah, Masyarakat Bisa Daftar Layanan dari Rumah

Sabtu, 6 Juni 2026 - 11:41 WIB

ATR/BPN Imbau Masyarakat Segera Urus Sertipikat Tanah yang Hilang dan Beralih ke Sertipikat Elektronik

Sabtu, 6 Juni 2026 - 11:31 WIB

ATR/BPN Ajak Aparatur Wujudkan Nilai Pancasila dalam Pelayanan Masyarakat

Jumat, 5 Juni 2026 - 20:05 WIB

Ossy Dermawan Dorong Penyelesaian Sengketa Tanah Lewat Musyawarah dan GTRA

Minggu, 31 Mei 2026 - 17:17 WIB

Kementerian ATR/BPN Salurkan Hewan Kurban, Perkuat Kepedulian Sosial kepada Masyarakat

Berita Terbaru

error: Content is protected !!