Berita Ciamis, Asajabar.com – UPTD Parkir Kota Tasikmalaya menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor parkir sebesar Rp2,65 miliar pada tahun 2026. Target tersebut meningkat signifikan dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp1,2 miliar.
Kepala UPTD Parkir Kota Tasikmalaya, Uem Haeruman, mengatakan pihaknya akan mengoptimalkan berbagai strategi untuk mencapai target tersebut, termasuk penerapan sistem pembayaran non-tunai berbasis QRIS di sejumlah titik parkir.
“Target tahun ini Rp2,65 miliar. Kami akan berupaya maksimal setiap bulan untuk merealisasikan capaian tersebut,” ujarnya.
Menurutnya, penerapan sistem QRIS diharapkan dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan parkir, sekaligus meminimalisasi potensi kebocoran pendapatan. Meski demikian, ia mengakui penggunaan pembayaran non-tunai masih belum optimal karena masyarakat cenderung memilih transaksi tunai.
Selain itu, UPTD Parkir juga tetap mempertahankan skema pembagian hasil bagi juru parkir sebesar 70 persen untuk petugas dan 30 persen untuk PAD. Kebijakan ini dinilai dapat menjaga kesejahteraan juru parkir sekaligus mendukung peningkatan pendapatan daerah.
Saat ini, pengelolaan parkir oleh UPTD difokuskan pada parkir di tepi jalan umum, dengan dukungan 403 juru parkir aktif di seluruh wilayah Kota Tasikmalaya.
Uem optimistis, dengan berbagai upaya yang dilakukan, target PAD dari sektor parkir tahun ini dapat tercapai sesuai harapan.













