Anggaran Rp3,02 Miliar di RSUD Ciamis, Untuk Apa Sebenarnya?

- Redaktur

Senin, 3 November 2025 - 14:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RSUD Ciamis.

RSUD Ciamis.

Berita Ciamis, Asajabar.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciamis mengalokasikan anggaran sebesar Rp3.027.281.500,00 untuk pembiayaan layanan transfusi darah, pemeriksaan laboratorium dan hemodialisa (HD), serta biaya penguburan bagi pasien tidak dikenal.

Direktur RSUD Ciamis, dr. Bayu Yudiawan, menjelaskan bahwa porsi terbesar dari anggaran tersebut digunakan untuk kebutuhan transfusi darah, yang mencapai sekitar Rp260 juta per bulan.

“Kalau dijumlahkan, kebutuhan darah di RSUD Ciamis rata-rata lebih dari 600 labu setiap bulan. Biaya untuk itu paling besar karena harga per labu darah bisa mencapai Rp490 ribu, tergantung jenis dan pengolahannya,” ujar dr. Bayu saat ditemui di Ciamis, Senin (4/11/2025).

Menurutnya, kebutuhan darah pasien kerap melebihi batas yang ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Misalnya, satu pasien dengan kondisi kritis atau melahirkan bisa membutuhkan 6 hingga 10 labu darah, sementara BPJS hanya menanggung sebagian.

“Kalau pasien membutuhkan tambahan darah di luar yang ditanggung BPJS, rumah sakit yang menutup kekurangannya. Pasien BPJS tidak boleh dibebani biaya tambahan, jadi rumah sakit yang menanggung,” jelasnya.

Baca Juga :  Jamaah Majelis Taklim Roudlotunnisa Masjid Agung Ciamis Kompak Sisihkan Rezeki untuk Anak Yatim

Kerja sama penyediaan darah ini dilakukan antara RSUD Ciamis dan Palang Merah Indonesia (PMI) di beberapa daerah seperti Ciamis, Banjar, dan Tasikmalaya. Bahkan, untuk jenis darah tertentu seperti trombosit atau plasma darah untuk pasien DBD, pihak rumah sakit kerap harus mencari ke beberapa PMI di luar daerah karena stok terbatas.

“Darah itu ada beberapa jenis — ada darah utuh, plasma, dan trombosit. Untuk pasien DBD, misalnya, dibutuhkan trombosit murni yang harganya lebih tinggi karena proses pengolahannya lebih kompleks,” terang dr. Bayu.

Selain transfusi darah, RSUD Ciamis juga mengalokasikan sekitar Rp27 juta untuk biaya pemeriksaan laboratorium dan layanan hemodialisa (cuci darah). Layanan ini disebut menjadi kebutuhan dasar bagi pasien kronis yang jumlahnya terus meningkat.

Baca Juga :  Momentum Muharam, Kemenag Ciamis Tebar Kepedulian untuk Anak Yatim dan Disabilitas

“Pasien cuci darah terus bertambah, dan kami perlu mengantisipasi kebutuhan pemeriksaan laboratorium serta bahan medis habis pakai yang tidak semuanya ditanggung oleh BPJS,” ujarnya.

Adapun untuk biaya pemulasaraan dan penguburan pasien tidak dikenal, RSUD Ciamis menyiapkan dana sekitar Rp1 juta per tahun. Meski jumlahnya kecil, kegiatan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab sosial rumah sakit terhadap masyarakat.

dr. Bayu menegaskan, seluruh penggunaan anggaran telah terekam dalam sistem akuntansi dan aplikasi keuangan resmi, serta diaudit secara berkala.

“Semua sudah terverifikasi dan diaudit. Kami berupaya menjaga transparansi karena ini menyangkut layanan dasar kesehatan masyarakat,” tegasnya.

Ke depan, RSUD Ciamis berencana memperkuat sistem Bank Darah Rumah Sakit (BDRS) agar ketersediaan darah bisa dijaga tanpa bergantung sepenuhnya pada PMI.

“Bank darah ini penting untuk keadaan darurat, agar layanan transfusi bisa lebih cepat dan efisien,” pungkas dr. Bayu.

Berita Terkait

Perlindungan Anak Yatim Jadi Pesan Utama Gebyar Muharram Roudlotunnisa Masjid Agung Ciamis
Momentum Muharam, Kemenag Ciamis Tebar Kepedulian untuk Anak Yatim dan Disabilitas
Jamaah Majelis Taklim Roudlotunnisa Masjid Agung Ciamis Kompak Sisihkan Rezeki untuk Anak Yatim
Jemaah Haji Ciamis Kembali ke Tanah Air, PPIH Ingatkan Jaga Kemabruran Haji
ASN Baru Kemenag Ciamis Diminta Tingkatkan Kompetensi dan Disiplin Kerja
Anwar Solahudin Dorong BAZNAS Ciamis Tingkatkan Kinerja Pengelolaan Zakat
Ijang Faisal Sebut BAZNAS Ciamis Masuk Kategori Terbaik di Jawa Barat
Usai Dilantik, Lili Miftah Siapkan Strategi Baru Pengelolaan Zakat di Ciamis

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 20:56 WIB

Ikut Gerakan “AYO Muliakan Sungai”, Wamen Ossy Tekankan Kolaborasi Jaga Kelestarian Sungai

Senin, 29 Juni 2026 - 19:29 WIB

Ingin Pisahkan Sebagian Tanah? Berikut Ketentuan, Dokumen, dan Estimasi Biayanya

Minggu, 28 Juni 2026 - 20:27 WIB

ATR/BPN Dukung Pengembangan Bandara Nasional dengan Integrasi Data Spasial dan Percepatan Perizinan

Minggu, 28 Juni 2026 - 20:14 WIB

Kementerian ATR/BPN: Kepastian Hak Tanah Ditentukan oleh Batas Bidang, Bukan Sekadar Luas

Minggu, 28 Juni 2026 - 19:56 WIB

Wamen Ossy: Sertipikasi Aset Pemprov DKI Jakarta Perkuat Kepastian Hukum dan Tata Kelola Pertanahan

Minggu, 28 Juni 2026 - 19:47 WIB

Kementerian ATR/BPN Serahkan 499 Sertipikat Hak Pakai untuk Pemprov DKI Jakarta

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:52 WIB

Nusron Wahid Dorong Percepatan Integrasi LP2B ke Tata Ruang Daerah untuk Jaga Ketahanan Pangan

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:42 WIB

Awalnya Ragu Urus Tanah, Pensiunan PNS Ini Akui Layanan BPN Kini Lebih Mudah dan Transparan

Berita Terbaru

error: Content is protected !!